NGAWEN (wartablora.com)—Bank Jateng Cabang Pembantu Ngawen resmi dibuka, Senin (31/10/2016). Dengan dibukanya Cabang Pembantu ini pelayanan perbankan untuk nasabah yang terjangkau, mulai dari pengajuan kredit, pelayanan deposito, rekening giro, hingga pencairan cek bisa dilayani.
Peresmian Kantor Cabang Pembantu Ngawen ini secara resmi dilakukan Bupati Blora Djoko Nugroho, didampingi Direktur Kepatuhan dan Manajemen Resiko Bank Jateng Rahardi Wijayanto, dan disaksikan beberapa pejabat di Kabupaten Blora, Kepala Cabang Bank Jateng Blora Aris Setiyawan. Peresmian Kantor Cabang Pembantu ini juga dihadiri pejabat di tingkat Kecamatan, dan pejabat kepolisian dan TNI setempat.
Dengan dibukanya Cabang Pembantu ini, di Cabang Blora terdapat 3 Cabang Pembantu antara lain di Cepu yang kantornya ada di Jl. Pemuda No.66 Cepu, di Blora Kota yang kantornya ada di Jl. Nusantara No.12 Blora, dan di Ngawen yang kantornya ada di Jl. Raya Purwodadi - Blora RT.01/01, Kecamatan Ngawen.
Kantor Cabang Pembantu Ngawen ini sebelumnya adalah Kantor Kas yang hanya melayani setor dan penarikan tunai. Dengan dinaikkan statusnya jadi Cabang Pembantu, Bank Jateng di Ngawen dapat melayani perkreditan, termasuk kredit Mitra Jateng 25 yang menjadi unggulan bank kebanggaan masyarakat Jawa Tengah ini dalam mengangkat usaha kecil dan menengah.
Bupati Blora Djoko Nugroho dalam peresmian pembukaan Kantor Cabang Pembantu ini menyambut baik dinaikkan status Kantor Kas Ngawen jadi Cabang Pembantu.
"Di Ngawen ini tingkat pertumbuhan ekonominya cukup tinggi, sehingga dengan dinaikkannya status dari Kantor Kas menjadi Cabang Pembantu dapat lebih menggairahkan perekonomian setempat," katanya dalam sambutan.
Sementara itu Direktur Kepatuhan dan Manajemen Resiko Bank Jateng Rahardi Wijayanto dalam sambutannya melaporkan perkembangan Bank Jateng hingga 3 triwulan di tahun ini.
"Kami laporkan hingga akhir September lalu aset Bank Jateng telah naik menjadi 54 triliun lebih dengan jumlah Dana Pihak Ketiga (DPK) mencapai Rp45 triliun lebih. Sementara penyaluran kredit kita telah mencapai Rp34 triliun lebih," sebutnya.
Ditambahkannya, hingga akhir September tahun ini Bank Jateng juga telah meraup laba Rp1,12 triliun lebih.
"Non performing loan kami hanya 1,59 persen dengan CAR mencapai 19,7 persen. Sementara rasio kredit konsumtif dengan produktif mencapai 77 persen dengan pertumbuhan kredit produktif mencapai 33 persen," pungkasnya. (*)
