BLORA (wartablora.com)—Ini kesempatan buat anda yang ingin menambah penghasilan. Bank Jateng yang menjadi bank kebanggaan masyarakat Jawa Tengah memiliki program Laku Pandai. Program Laku Pandai ini merupakan agen duta dari Bank Jateng. Di Kabupaten Blora, Bank Jateng membutuhkan ratusan orang untuk menjadi agen dutanya.
Kepala Marketing Bank Jateng Cabang Blora Arie Wijayanti mengatakan, ratusan orang ini adalah mereka yang tinggal di desa-desa, terutama di pelosok-pelosok.
"Mereka adalah perpanjangan tangan kami untuk melakukan transaksi perbankan Bank Jateng di desa-desa. Sebagaimana diketahui, kami tentu tidak bisa menjangkau nasabah yang jauh dari kantor-kantor perwakilan kami," katanya.
Agen Duta dari Bank Jateng ini, kata Yanti—sapaan Arie Wijayanti—bisa melakukan transaksi setoran maupun penarikan tunai.
"Hari ini (Selasa, 22/11/2016) kami baru mengumpulkan 15 orang yang hendak melakukan perjanjian kerja sama dengan kami. Mereka nantinya ada di kecamatan-kecamatan yang ada di seluruh Kabupaten Blora," katanya.
Dari 15 orang yang telah mengikat kerja sama dengan Bank Jateng sebagai Agen Duta, hanya yang dari Kecamatan Todanan belum ada agen dutanya.
"Selanjutnya, setelah di Kecamatan, kami rencana akan mengambil Agen-agen Duta di seluruh desa yang ada di Kabupaten Blora, terutama di pelosok, untk melayani masyarakat dalam pelayanan perbankan di Bank Jateng," sebut Yanti.
Untuk menjadi Agen Duta, anda setidaknya perlu syarat-syarat tertentu yang ditetapkan Bank Jateng.
"Antara lain sudah punya usaha, contohnya seperti toko kelontong yang memiliki jaringan pelanggan yang cukup luas. Kemudian deposit minimal Rp500 ribu dan bisa lebih tergantung omset. Lalu tentunya harus punya rekening Bank Jateng, dan memiliki ala-alat pengoperasian seperti Android atau komputer atau laptop," paparnya.
Nantinya, lanjut Yanti, akan ada aplikasi khusus untuk digunakan dalam transaksi perbankan di Bank Jateng, baikk untuk Android maupun desktop.
Ditambahkannya, program Laku Pandai ini merupakan layanan keuangan tanpa kantor dalam rangka keuangan inklusif. (*)
