BLORA (wartablora.com)—Siswanto akhirnya memenangkan pertarungannya melawan Kusnanto dalam perebutan kursi Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Tingkat II Kabupaten Blora Partai Golkar. Mengantongi selisih 2 suara, Siswanto yang merupakan representasi kelompok muda terpilih sebagai Ketua Umum DPD II Kabupaten Blora, partai berlambang pohon beringin tersebut. Siswanto memperoleh 11 suara, sementara Kusnanto memperoleh 9 suara. Ada 21 hak suara, dengan 1 suara memilih abstain.
Pemilihan Ketua ini berlangsung dalam Musda (Musyawarah Daerah) Partai Golkar Kabupaten Blora yang digelar sejak Kamis siang (15/9/2016). Sempat terjadi ketegangan dalam pelaksanaan Musda Golkar ini. Ketegangan muncul ketika ada 4 Pengurus Kecamatan (PK) yang dinon-aktifkan. Empat PK ini sempat tidak diakomodir hak suaranya.
"Empat PK ini akhirnya pakai SK yang lama, dapat memberikan hak suaranya," sebut sumber wartablora.com di internal Partai Golkar.
Sebelumnya sempat terjadi selisih paham akibat dikeluarkannya SK baru yang menon-aktifkan 4 kepengurusan ini. Tak terima, 4 PK ini ngotot untuk ikut memberikan hak suara. Pasalnya, mereka juga masih memegang Surat Keputusan (SK) Kepengurusan Kecamatan yang dikeluarkan DPD I Jawa Tengah. Dalam SK tersebut disebutkan masa jabatan kepengurusan ini berakhir di Desember tahun ini.
"Tadi Siswanto sempat meminta kebijakan dari DPD I Jawa Tengah yang turut hadir dalam Musda ini. Kebijakan diminta karena di SK tersebut berakhirnya Desember, walaupun di SK baru mereka dinon-aktifkan" demikian sumber wartablora.com.
Sejumlah 21 yang memiliki hak suara ini berasal dari 16 Pengurus Kecamatan (PK), termasuk 4 PK yang sebelumnya tidak diakomodir, dan 4 pemilik suara dari organisasi sayap partai, serta 1 suara dari DPD I Jawa Tengah.
Sebelumnya Siswanto memang optimis memenangkan perebutan kursi ketua partai berbaju kuning ini. Siswanto mengklaim telah mengantongi 13 dukungan. Walaupun akhirnya 11 dukungan yang memberikan suara padanya, Siswanto memantapkan diri terpilih sebagai Ketua DPD II Kabupaten Blora Partai Golkar.
Dengan duduk sebagai Ketua, Siswanto mengubah peta politik di Partai Golkar yang selama ini dikenal dengan prinsip senioritas tersebut. Lalu, dengan duduknya Siswanto sebagai representasi kaum muda ini, akankah ada angin perubahan yang dibawa kelompok muda tersebut di partai yang dibesarkan Orde baru ini? (*)
